Powered By Blogger

Minggu, 07 Desember 2014

KAJI SHEAR CRIMPING STRUKTUR SANDWICH HONEYCOMB DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

Struktur sandwich honeycomb merupakan salah satu konstruksi ringan yang merupakan gabungan dari lembaran kulit tipis (facing) pada kedua sisi dengan lapis= inti (core) yang tebal di tengahnya. Struktur ini merupakan konstruksi di mana beban utama dipikul oleh lapisan kulit tipis tersebut, sehingga terdapat 4 modus ketidak-stabilan yang dapat terjadi, yaitu general buckling, shear crimping, face dimpling dan face wrinkling.
Sampai saat ini, telah banyak percobaan dan persamaan empiris untuk keempat jenis kegagalan tersebut. Tulisan ini mengkaji salah satu ketidak-stabilan tersebut, yaitu ketidak-stabilan "shear crimping" dengan menggunakan model elemen hingga. Hasil kajian tersebut menunjukan bahwa pemodelan elemen hingga memberikan basil yang baik dan berkecenderungan sama dengan rumus pendekatan.

PENGARUH RASIO DIAMETER TERHADAP FAKTOR KONSENTRASI TEGANGAN PADA PERCABANGAN PIPA 90 DERAJAT AKIBAT TEKANAN INTERNAL

Secara analitik, analisis tegangan pada percabangan pipa 90 derajat akibat tekanan internal pernah dilakukan al oleh Eringen (6), tetapi hasil analisisnya hanya berlaku untuk rasio diameter yang terbatas yaitu lebih kecil dari 1/3. Analisis numerik dan eksperimental telah ban yak dilakukan para peneliti tetapi karena banyaknya variabel yang terlibat pada percabangan pipa, maka masih diperlukan lebih banyak hasil eksperimen untuk memperoleh pengertian yang lebih balk tentang tegangan-tegangan yang terjadi pada percabangan pipa.



Analisis tegangan pada percabangan pipa 90 derajat akibat tekanan internal yang dilakukan pada penelitian ini ditujukan (1) untuk memperoleh distribusi tegangan di daerah percabangan pipa 90 derajat sebagai akibat beban berupa tekanan internal. (2) sebagai langkah pertama untuk mendapatkan faktor konsentrasi tegangan pada percabangan pipa akibat beban tekanan internal. Penelitian ini dilakukan secara numerik dengan memakai paket program Mechanica dari RASNA. Paket program Mechanica memakai Geometric Element Analysis sebagai dasar analisis-elemen-hingganya sehingga model dapat dibuat dengan ketelitian geometri yang tinggi.tegangan di daerah percabangan pipa 90derajat, (2) kurva yang memperlihatkan hubungan antara faktor konsentrasi tegangan dengan rasio diameter untuk berbagai schedule pipa, dan diameter nominal pipa utama, untuk kondisi d/t = D/T dan t = T.

PROTOTIPE SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA KERUSAKAN MESIN TURBOPROP CT7-9C

Sistem pakar adalah salah satu bidang dari intelegensia buatan yang dirancang untuk membantu manusia dalam memecahkan suatu permasalahan tertentu yang biasanya dikerjakan oleh seorang pakar.



Pada penelitian ini dikembangkan prototipe sistem pakar untuk diagnosa kerusakan mesin turboprop CT7-9C. Penelitian dilakukan di Universal Maintenance Center PT. IPTN. Mesin turboprop CT7-9C biasa digunakan sebagai tenaga pendorong pesawat jenis komuter seperti CN235-100. Diagnosa kerusakan mesin turboprop CT7-9C terdiri dari dua jenis pengujian yaitu pengujian fungsionil (fuctional test) dan pengujian kinerja (performance test). Pengujian mesin ini bertujuan agar mesin dapat beroperasi sebagaimana mestinya dan dalam kondisi man, artinya mesin dapat menghasilkan daya yang dikehendaki dengan suhu masukan turbin daya (T45) yang diperbolehkan. Pengujian fungsionil terdiri dari 13 bagian kasus pengujian yang akan didiagnosa, sedang pengujian kinerja memerlukan 11 data mesin yang selanjutnya dipergunakan untuk mengetahui apakah terjadi kerusakan pada bagian kompresor, bagian panas, dan bagian turbin daya. Diagnosa kerusakan akan berakhir jika mesin sudah dalam kondisi baik, yaitu jika T45 margin diatas 30 derajat C atau untuk pekerjaan kecil (minor work scope) adalah antara 20 derajat C sampai dengan 30 derajat C .



Implementasi program menggunakan perangkat pengembangan sistem pakar INSIGHT 2+. Sistem pakar yang dikembangan terdiri dari 357 kaidah produksi dan 975 fakta. Pengujian kinerja dilakukan dengan menentukan letak kesebelas data mesin terhadap 12 grafik acuan yang telah ditentukan oleh pakar. Posisi data mesin terhadap grafik juga digunakan sebagai nilai keyakinan (confidence factor) dari kesimpulan yang ditemukan. Untuk mengatasi keterbatasan memori yang disediakan INSIGHT 2+, maka dalam pembuatan program, sistem pakar ini dibagi menjadi dua bagian yaitu ujiutama.prl dan kinerja.prl yang dengan sharedchain, kinerja.prl dapat digabung ke dalam ujiutama.prl.



Penelitian ini bertujuan untuk membantu para teknisi dalam melakukan tugas perawatan mesin turboprop CT7-9C di UMC PT. IPTN Bandung, terutama untuk efisiensi kerja, keterbatasan pakar yang ada, dan mengurangi kemungkinan kesalahan manusia (human error) dalam proses pendiagnosaan. Sistem pakar ini dibuat terbuka sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penambahan keahlian pars pakar. Untuk pengembangan lebih lanjut disarankan untuk menggabung file program pada test cell ke dalam sistem pakar ini, sehingga pada pengujian kinerja bersifat on-line dimana teknisi tidak perlu memasukkan data secara manual.

Senin, 01 Desember 2014

Buku Grunge Lokal; Buku Percintaan Yang Panas

Buku Grunge Lokal
Buku Grunge Lokal

Tidak banyak orang yang berani memamerkan adegan percintaannya, mungkin hanya mereka yang memang hidup dari industri itu. Tapi bagaimana kalau seorang lelaki dengan penuh semangat menceritakan adegan percintaannya dalam sebuah buku?

Eko Prabowo, meski nama belakangnya sama dengan nama salah seorang calon presiden kita tapi yakinlah dia sama sekali tidak punya hubungan darah dengan sang calon presiden. Eko yang ini adalah seorang pecinta musik, tepatnya musik rock dan lebih tepatnya lagi skena musik grunge. Saya terangkan sedikit, skena musik grunge adalah skena musik yang lahir di awal 90an dari sebuah kota kecil di Amerika Serikat yang terus menerus basah sepanjang tahun bernama Seattle.
Skena grunge merebak setelah popularitas band seperti Nirvana, Pearl Jam, Soundgarden atau Alice in Chain tiba-tiba menanjak menyaingi popularitas raja pop dunia Michael Jackson. Dalam dasawarsa 1990an skena grunge adalah virus yang memengaruhi banyak orang, membuat banyak orang tergila-gila dan bahkan mati-matian menirunya. Dua dasawarsa kemudian, skena grungetenggelam, tak kuat melawan seleksi alam. Dari seluruh pahlawannya hanya Pearl Jam yang masih terus konsisten dan mencetak album serta menggelar konser yang tiketnya selalu habis terjual.
Sudah, kuliah tentang grunge sampai di situ saja. Kita kembali ke Eko Prabowo. Lelaki dengan rambut keriwil dan dipaksakan gondrong ini mencintai grunge mungkin seperti dia mencintai anak perempuannya yang masih mungil, atau mungkin sama seperti dia mencintai istrinya. Cintanya pada grunge seperti memaksanya menyalin kenangan-kenangan indah ketika mencumbui aliran musik yang satu itu. Eko mencumbui grunge dari lagu ke lagu, dari CD ke CD dan tentu saja dari konser ke konser.
Keintimannya dengan grunge kemudian dia tuangkan di blog pribadinya, wustuk.com. Lalu entah siapa yang membisikinya, tulisan-tulisan itu kemudian dia satukan dalam sebuah buku yang berjudul Saya Ada Di Sana; Catatan Pinggir Grunge Lokal.
Dalam buku setebal 174 halaman itu tercakup banyak adegan percintaan antara Eko dan musikgrunge. Sebagian besar adalah percintaan yang terjalin dari konser-konser kecil yang dia datangi. Dari konser musisi profesional sampai konser orang-orang gila di komunitas Pearl Jam Indonesia. Oh iya saya lupa bilang, komunitas Pearl Jam Indonesia isinya memang orang-orang gila, orang-orang yang entah kenapa begitu cinta mati pada band berisi opa-opa yang namanya Pearl Jam.
Buku Saya Ada Di Sana yang kerap disebut Eko sebagai Buku Grunge Lokal adalah catatan percintaan yang membara, penuh gairah, penuh semangat dan penuh orgasme. Dari halaman pertama selepas basa-basi dan testimoni, Eko sudah menggebrak dengan cerita percintaannya di acara Tribute To Pearl Jam I tahun 2008. Dari sana emosi terus menggelinding, cerita-cerita percintaan panas Eko dan musik grunge terus mengalir sampai halaman terakhir buku ini.
*****
Buku ini tak hendak dimaksudkan sebagai buku ensiklopedi perjalanan skena musik grunge di Indonesia, bahkan mendekatipun tidak. Buku ini sekadar catatan percintaan yang intim antara seorang fans dengan musik yang dicintainya. Jadi kalau Anda bermaksud mencari literatur panjang tentang sejarah atau jejak musik grunge di Indonesia, bukan ini buku yang Anda cari. Mungkin Anda lebih baik menunggu Denny Sakrie yang menerbitkannya.
Buku ini memang terasa sangat intim dengan segmentasi khusus. Kalau tak paham grunge atau tak akrab dengan band semacam Pearl Jam, Alice in Chains, Nirvana, Navicula atau Cupumanik maka mungkin buku ini tidak tepat buat Anda. Kecuali, kecuali kalau Anda berniat mengenal band-band itu atau aliran grunge, atau mungkin Anda memang penggemar musik kelas berat.
Buku ini walaupun sampai sekarang masih terbit di bawah tanah dan atas usaha sendiri bukanlah buku kacangan. Desain, tata letak dan grafisnya menendang pantat (terjemahan bebas dari kick ass). Maklum saja, Eko dengan kepribadian yang ajaib itu punya teman-teman yang juga sama ajaibnya. Tim di samping Eko itulah yang membuat buku ini sangat layak dipandang, mengalahkan buku motivator yang kadang seperti didesain secara asal-asalan.
Tapi, manusia tentu tak sempurna. Begitu juga dengan Eko dan proyek buku grunge lokalnya. Hal pertama yang mengganggu buat saya adalah penempatan kata depan yang kadang masih disambung, pun dengan penggunaan kata sekedar alih-alih sekadar. Sebagai orang yang akrab dengan dunia literasi berbahasa Indonesia, saya harus mengakui kalau saya terganggu. Nampaknya Eko harus menambah anggota timnya, khusus untuk mengamati detail-detail kecil seperti itu.
Tunggu, ada 1 hal lagi yang buat saya mengganggu. Alur dalam buku ini terlalu cepat, satu catatan konser atau gigs langsung disambung dengan catatan tentang konser atau gigs lainnya. Semua catatan itu membawa energi yang besar, semangat yang menggebu dan saling sambung-menyambung. Tidak salah memang, tapi saya capek. Membayangkan adegan percintaan yang terus menerus, sambung menyambung dengan semangat dan energi yang sama membuat saya lelah. Berkali-kali saya harus beristirahat sejenak, mengalihkan pikiran, mengumpulkan tenaga sebelum melanjutkan membaca buku ini.
Mungkin akan lebih menyenangkan kalau Eko bisa menyelipkan cerita lain yang tak melulu tentang konser atau gigs di antara catatan-catatan itu. Mungkin pengantar singkat tentang sejarahgrunge yang dia tahu, atau catatan-catatan tentang band grunge lokal yang ada di belakang bisa diselipkan di antara catatan-catatan tentang konser atau gigs yang membara itu.
Hey, bahkan lelaki paling perkasa sekalipun butuh jeda bercinta bukan?
Akhirul kalam, buku ini memang tak sempurna tapi semangat dan cinta yang dibawa Eko ke dalam buku ini membuatnya terasa luar biasa. Tidak banyak orang yang berani menceritakan adegan-adegan percintaannya atau memamerkan rasa cintanya dengan cara yang elegan. Eko hanya sedikit dari orang-orang itu. Dan untuk itu saya salut kepadanya. [dG]

PENGARUH KECEPATAN DAN KONSENTRASI NaCl TERHADAP KOROSI EROSI PADA BAJA KARBON RENDAH

Salah satu jenis korosi yang banyak ditemukan pada sistem perpipaan adalah korosi erosi. Korosi erosi adalah kerusakan pada material logam akibat adanya pergerakan relatif fluida korosif dengan permukaan logam. Kecepatan fluida yang relatif tinggi dan mengandung partikel akan menyebabkan erosi, dan kecepatan fluida yang relatif lambat akan menimbulkan korosi saja. Hanya pada kecepatan tertentu (kecepatan kritis) korosi erosi dapat terjadi. Laju kerusakan yang diakibatkan oleh sinergi antara korosi dan erosi lebih besar dibandingkan dengan kerusakan oleh korosi saja atau erosi saja. 

Penelitian ini dilakukan pada baja karbon rendah dengan kecepatan fluida yang bervariasi. Alat uji yang digunakan adalah liquid jet impingement. Proses pengujian dilakukan pada sudut impact 900 dan dilakukan selama empat jam pada 

material St 37. Kerusakan permukaan hasil pengujian diamati dengan kamera makro dan mikroskop stereo. Cross section diamati dengan mikroskop optik Kontur permukaan diukur dengan dial gauge. Distribusi tegangan geser pada permukaan spesimen disimulasikan dengan Computational Fluid Dynamics 

(CFD). 

Dari penelitian ini didapatkan weight loss yang terjadi pada kecepatan 2,1 relative besar baik pada pengujian menggunakan partikel alumina maupun tanpa alumina 

dibandingkan pengujian pada kecepatan 4,42 m/s. Hal ini mengindikasikan pristiwa pada kecepatan rendah lebih dominan korosi dibandingkan erosi. Pada kecepatan yang lebih tinggi yaitu pada kecepatan 6,63 m/s, weight loss yang dialami benda kerja lebih besar dibandingkan kecepatan 2,1 m/s dan 4,42 m/s. Hal ini mengindikasikan bahwa pada kecepatan tinggi peristiwa erosi lebih dominan dibandingkan korosi. Konsentrasi NaCl 3,% memiliki kelarutan oksigen yang optimal dibandingkan dengan konsentrasi NaCl 5%. Kelarutan oksigen yang optimal ini mengakibatkan proses terjadinya autokatalitik oleh ion Cl- menjadi optimal. Kondisi kerusakan permukaan benda kerja pada pengujian dengan konsentrasi NaCl 3,5 % lebih dominan dibandingkan dengan konsentrasi NaCl 5%.

KORELASI HASIL KAJI TEORITIK DAN EKSPERIMENTAL GETARAN PELAT MODEL T

Pada suatu struktur mekanik, terjadinya gejala getaran tergantung pada massa, kekakuan dan faktor redamannya, sedangkan perilaku dinamik dari struktur tersebut ditentukan oleh parameter modus getarnya yang berupa frekuensi pribadi, redaman dan amplitudo modus getar. Penentuan parameter modus getar tersebut dapat dilakukan melalui kaji teoritik maupun eksperimental. Dalam kegiatan kaji teoritik telah dikembangkan prosedur komputasi metoda elemen hingga tiga dimensi menggunakan elemen Cangkang umum (General Shell). Keandalan program diuji dengan menggunakan paket program SAP80 dan hasilnya cukup baik. Dalam kegiatan kaji eksperimental telah dikembangkan prosedur komputasi metoda curve fitting berdasarkan data fungsi transfer suatu struktur yang diperoleh dari hasil pengujian dinamiknya, dengan asumsi bahwa struktur yang dikaji merupakan sistem getaran linear yang asumsi redamannya adalah viskus umum. Terhadap hasil dari kedua kaji tersebut dilakukan pemeriksaan visual, orthogonalitas dan Nodal Assurance Criteria (MAC). Berdasarkan hasil pemeriksaan MAC dapat diketahui korelasi antara hasil kaji teoritik dan eksperimental dengan melihat nilainya diantara 0 dan 1. Bila bernilai 0 berarti tidak ada korelasi sama sekali dan sebaliknya bernilai 1 berarti berkorelasi dengan baik. Korelasi yang diperoleh cukup baik pada modus getar kelima, keenam dan ketujuh.

PENGARUH PARAMETER PROSES PATENTING TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN SIFAT MEKANIK BAJA KARBON 0,8 % C

Patenting adalah suatu proses perlakuan papas yang khusus dilakukan terhadap kawat dan batang baja yang mempunyai kandungan karbon lebih besar dari 0,4 % C. 

Tujuan patenting adalah untuk mendapatkan kekuatan dan keuletan yang tinggi. Kekuatan dan keuletan yang tinggi akan didapat dari perlit yang halus. 

Parameter proses patenting yang diteliti adalah : 
1. Temperatur timah hitam cair. 


2. Waktu pencelupan dalam timah hitam cair. 

3. Jenis pendinginan khusus untuk air patenting. 

Untuk mengamati halus kasarnya perlit dipergunakan mikroskop optik dan mikroskop elektron, dalam hal yang terakhir ini digunakan cara transmisi dengan teknik replika. 

Hasilnya didapatkan bermacam - macam variasi kekasaran perlit, mulai dari yang kasar sampai yang halus.