Created by :
Wicaksono, Harry ( 2299100509 )
Sinyal getaran dan noise pada segala mesin, mesin/motor, atau struktur berisi banyak informasi dinamis berhubungan dengan berbagai gaya yang dikenakan serta kondisi pada sistem itu. Oleh karena itu, perubahan tanggapan isyarat ini bisa digunakan untuk mengidentifikasi beban eksternal yang tidak diinginkan atau serangan kesalahan sistem sebelum kerusakan drastis terjadi. Pada Tugas Akhir ini telah dirancang suatu alat untuk dapat mendeteksi kerusakan motor bakar dengan cara mengukur tingkat getaran yang dihasilkan oleh mesin motor bakar, serta mengukur kecepatan putaran mesin. Metode Fuzzy Logic digunakan sebagai metode analisa dan pengenalan tingkat getaran terhadap putaran mesin untuk memberi keputusan memprediksi kerusakan pada mesin motor bakar, yang kemudian diimplementasikan pada FPGA. Pada hasil pengkuran kuat getaran dan pengukuran kecepatan putaran mesin didapatkan kondisi mesin "fair" menurut standart grafik getaran, yaitu mempunyai tingkat getaran 2,38 g pada putaran 4320 rpm yang merupakan putaran minimum dan tingkat getaran 11,38 g pada putaran 10500 rpm, dan pada output fuzzy juga diputuskan keadaan mesin motor bakar tersebut adalah "fair".
Senin, 27 Oktober 2014
ANALISA DAN PERENCANAAN PONDASI MESIN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS YANG DIRELOKASI DARI GILI TIMUR KE DURI
Created by :
SIDHARTA, ANANTA; RAKA, I G P ( 194809071976031004; 195004031976031003 )
SOEWARDOJO; IRAWAN, DJOKO WAHYUNI, ENDAH; IRANATA, DATA
Dalam makalah ini dijelaskan mengenai analisa dan perencanaan struktur pondasi mesin Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dengan studi kasus perencanaan struktur pondasi mesin PLTG yang direlokasi dari Gili Timur ke Duri. Perhitungan pondasi mesin dilakukan dengan mencari beban pondasi berdasarkan data yang ada. Sehubungan hanya ada beban statis dan tidak ada data pada mesin yang akan dipindahkan, maka asumsi-asumsi diberikan, sehingga diperoleh nilai beban dinamis dari mesin tersebut. Nilai beban tersebut dimasukkan dalam analisa struktur pondasi dengan menggunakan program SAP2000 dan dilakukan perencanaan pondasi mesin PLTG tersebut. Analisa pengaruh pondasi mesin terhadap struktur pondasi juga dipresentasikan dalam makalah ini. Dari perhitungan yang ada diperoleh bahwa getaran yang terjadi tidak berbahaya bagi struktur.
SIDHARTA, ANANTA; RAKA, I G P ( 194809071976031004; 195004031976031003 )
SOEWARDOJO; IRAWAN, DJOKO WAHYUNI, ENDAH; IRANATA, DATA
Dalam makalah ini dijelaskan mengenai analisa dan perencanaan struktur pondasi mesin Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dengan studi kasus perencanaan struktur pondasi mesin PLTG yang direlokasi dari Gili Timur ke Duri. Perhitungan pondasi mesin dilakukan dengan mencari beban pondasi berdasarkan data yang ada. Sehubungan hanya ada beban statis dan tidak ada data pada mesin yang akan dipindahkan, maka asumsi-asumsi diberikan, sehingga diperoleh nilai beban dinamis dari mesin tersebut. Nilai beban tersebut dimasukkan dalam analisa struktur pondasi dengan menggunakan program SAP2000 dan dilakukan perencanaan pondasi mesin PLTG tersebut. Analisa pengaruh pondasi mesin terhadap struktur pondasi juga dipresentasikan dalam makalah ini. Dari perhitungan yang ada diperoleh bahwa getaran yang terjadi tidak berbahaya bagi struktur.
PERENCANAAN KINCIR ANGIN SEBAGAI PENGISI BATERAI PADA KAPAL IKAN 5 GT BERPENGGERAK MOTOR DC
Penggunaan motor DC sebagai penggerak kapal ikan belum banyak dilakukan. Hal ini dikarenakan berat baterai yang menyebabkan berkurangnya daya muat kapal tersebut. Penggunaan kincir angin diharapkan dapat mengurangi kebutuhan baterai sehingga, kapal dapat berlayar dalam waktu yang sama dengan jumlah batery lebih sedikit dibandingkan dengan tanpa kincir angin. Kincir angin dikopel dengan generator yang akan digunakan untuk mengisi baterai. Dengan demikian diperlukan suatu kajian untuk menentukan kincir angin yang sesuai dengan kapal ikan tersebut.
Senin, 20 Oktober 2014
frasa frasa baru yang di dapat di digilib its
frasa frasa baru yang telah di dapatkan
minimisasi
phase
mikro hidro
tinjauan
ekperimenta
minimisasi
phase
mikro hidro
tinjauan
ekperimenta
ANALISIS BUDAYA PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN PERAWATAN MESIN TURBIN GAS
Oleh : HIRONIMUS SETIAJAYA SULAIMAN (NIM : 136 07 601); Pembimbing: Dr. Ir. Edy Suwondo, S1 - Department of Aerospace Engineering
Dibuat : 2010
PT. X adalah perusahaan yang bergerak di bidang perawatan mesin turbin gas. Angka reject rate dan keterlambatan TAT (Turn Around Time) PT. X masih di bawah standar worldclass company sehingga perlu dilakukan peningkatan kualitas proses perawatan di PT. X. Untuk meningkatkan kualitas perawatan tidak cukup dengan meningkatkan kemampuan dan keterampilan yang bersifat teknis. Salah satu hal utama yang harus menjadi perhatian adalah budaya organisasi itu sendiri. Hal ini dikarenakan budaya organisasi dapat bersifat resisten terhadap perubahan sehingga tujuan peningkatan kualitas perawatan tidak akan tercapai.
Sebelum mengubah budaya, pertama-tama budaya saat ini harus diidentifikasi. Dalam tugas akhir ini akan dilakukan identifikasi budaya organisasi di PT. X menggunakan metode Web of Cultural Change. Input data untuk pembuatan diagram tersebut diambil dari hasil skor kuesioner. Web of cultural change dari PT. X ini akan dibandingkan dengan web diagram dari perusahaan pembanding untuk menemukan elemen-elemen budaya organisasi yang memerlukan perbaikan.
Dari hasil penelitian ditemukan bahwa budaya organisasi PT. X masuk dalam kategori baik. Hal yang memerlukan perbaikan adalah hubungan manajemen dengan anggota infrastruktur budaya dan masih adanya pola dan prosedur kerja lama. Saran yang dapat diberikan untuk perbaikan budaya organisasi adalah tingkatkan hubungan positif antara manajemen dan anggota infrastruktur budaya dan pastikan pola dan prosedur kerja lama sudah dihilangkan dari proses kerja baru.
SUATU STUDI KARAKTERISTIK MESIN ASINKRON ROTOR BELITAN 3 FASA DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS TENSOR, RANGKAIAN PENGGANTI DAN PENGUKURAN LABORATORIUM
Oleh : MUKHTAR SALEH (NIM 23289002), S2 - Electrical Engineering
Dibuat : 1993
Perencanaan, pembuatan dan pengoperasian mesin asinkron, khususnya motor asinkron memerlukan suatu metoda untuk mengetahui karakteristik mesin tersebut. Berbagai metoda yang dapat digunakan, salah satunya adalah metoda yang dikemukakan oleh Gabriel Kron (1938) yang disebut analisis tensor atau tensor analysis. Dari perbandingan karakteristik dan hasil perhitungan serta pengamatan dan pengukuran laboratorium, memberikan gambaran bahwa analisis tensor memiliki ketelitian yang cukup tinggi, khususnya untuk pemakaian rumus yang diperoleh dari penurunan matematika.
Dibuat : 1993
Perencanaan, pembuatan dan pengoperasian mesin asinkron, khususnya motor asinkron memerlukan suatu metoda untuk mengetahui karakteristik mesin tersebut. Berbagai metoda yang dapat digunakan, salah satunya adalah metoda yang dikemukakan oleh Gabriel Kron (1938) yang disebut analisis tensor atau tensor analysis. Dari perbandingan karakteristik dan hasil perhitungan serta pengamatan dan pengukuran laboratorium, memberikan gambaran bahwa analisis tensor memiliki ketelitian yang cukup tinggi, khususnya untuk pemakaian rumus yang diperoleh dari penurunan matematika.
ANALISIS TEGANGAN PADA SUDU HIGH PRESSURE TURBINE STAGE 1 MESIN CF6-80C2 MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
Oleh : SILUR SASAKAWA ISKANDAR (NIM: 13607048); Pembimbing: Dr. Hendri Syamsudin; Dr. Eng. Arif Sugianto (PT. GMF); Dr. Djarot Widagdo, S1 - Department of Aerospace Engineering
Bagian dari mesin turbofan CF6-80C2 milik Garuda Indonesia yang sering mengalami kerusakan sehingga dilakukan engine removal tak terjadwal adalah sudu turbin stage 1. Berdasarkan hasil analisis kegagalan secara metalurgi pada sudu yang mengalami rupture, dilaporkan bahwa kegagalan terjadi karena adanya retak yang merambat. Inisiasi retak muncul dari dalam struktur sudu yaitu pada permukaan rongga pendingin karena degradasi struktur akibat lingkungan operasional pada temperatur tinggi. Retak muncul dari bagian dalam sudu diduga karena bagian tersebut memiliki tegangan yang lebih tinggi daripada bagian lain.
Analisis tegangan pada struktur sudu turbin mesin CF6-80C2 telah dilakukan menggunakan metoda elemen dengan bantuan perangkat lunak Abaqus. Beban yang diperhitungan adalah beban statik; sentrifugal, aerodinamika dan termal pada kondisi steady. Selain itu, dilakukan metalografi pada sudu turbin yang belum mengalami kegagalan untuk mengetahui adanya retak pada sudu. Tahap metalografi yang dilakukan meliputi pemotongan spesimen, mounting, grinding, polishing dan pengamatan menggunakan mikroskop stereo.
Hasil analisis elemen hingga menunjukkan bahwa tegangan paling tinggi terjadi pada daerah rongga pendingin. Pada permukaan luar airfoil terjadi tegangan tekan sedangkan tegangan tarik terjadi pada bagian rongga pendingin. Artinya, lapisan coating pada bagian permukaan rongga pendingin lebih rentan mengalami kerusakan. Hasil metalografi menunjukkan inisiasi retak muncul dari sebelah dalam sudu sehingga sulit terdeteksi melalui boroskop pada saat overhaul sehingga perlu metode yang dapat mendeteksi adanya retak tersebut. Salah satu metode yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan radiografi. Meskipun demikian, radiografi tidak dibahas lebih jauh dalam penelitian ini sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kemungkinan penggunaaan radiografi.
Cara Bikin Daftar Isi Otomatis di Ms WordCapek dong, yah? Tiap kali atasan ngerevisi konsep laporan, kamu harus neliti lagi halaman demi halaman buat nyocokin nomor halaman ke daftar isi? Mending-mending kalau atasan kamu (yang ngrevisi) cuma satu, kalau ada lima belas?! Sebenernya kalau kamu pinter dikit, suruh aja junior kamu yang ngerjain bikin aja daftar isinya belakangan pas laporan udah final. Tapi karena kamu maunya pinter banyak, bikin aja daftar isi otomatis! Kayak gimana tuh, yuk kita bahas. Bagi yang belum tahu, semoga berguna. Bagi yang udah tahu, ngapain kamu masih di sini? Pergi sana! Aku tidak mau melihat mukamu lagi! Enyahlah!! #becanda, *sinetron banget ya*
Sebelumnya, karena saya memakai Ms Office 2010, maka saya akan jelaskan berdasarkan versi tersebut. Apa? Kamu pakai Ms Office 2007? Ga masalah, mirip-mirip kok. Apa? Kamu masih pakai Ms Office 2003? Plis deh, itu udah sewindu lebih. Apa? Ms Office kamu bajakan? Itu urusan kamu! Apa? Ms Office kamu versi 2003 dan bajakan? Wuargh!! Apa? kamu belum bisa pake Ms Word? Apa bedanya kamu dengan atasan kamu!!! *btw, kelas ini aktif sekali ya, banyak pertanyaan*
Langkah pertama, kamu selesaiin dulu aja ‘batang tubuh’ konsep laporan --proposal, atau dokumen apapun itu-- kamu, ntar kalau udah beres baru kita bicarakan masalah Daftar Isi.
Kalau udah, kedua, blok kata atau frasa judul yang akan kamu tampilkan di Daftar Isi, lalu klik pada toolbar atas ‘Heading 1’. Biar kamu nggak bingung, garuk-garuk kepala sampe ketombemu terbang kemana-mana, ni saya kasih ilustrasinya:
![]() |
| Membuat Daftar Isi Otomatis (Langkah 2) |
Jelas, kan ya?
O ya, mungkin judul yang kamu blok letaknya bakal kegeser-geser --tapi tenang, ga sampe geser ke monitor tetangga kok; berubah ukuran, jenis, dan bahkan warna font-nya. Kamu nggak usah sedih, karena itu bisa di-edit lagi sesuka hati kamu, kok.
Langkah ketiga, blok kata atau frasa sub judul yang akan kamu tampilkan di Daftar Isi, lalu klik pada toolbar atas ‘Heading 2’.
![]() |
| Membuat Daftar Isi Otomatis (Langkah 3) |
Langkah keempat, kamu lakukan hal yang sama pada judul dan sub judul, bab, sub bab, atau apa pun itu istilahnya, yang mau ditampilkan di Daftar Isi, sampai akhir dokumen kamu. O ya, kalau ada sub-sub judul, bertarti kasih ‘Heading 3’ ya. Kalau masih ada sub-sub-sub judul, kasih ‘Heading 4’, dst kalau perlu sampai ‘Heading 99’!! Etapi Ms Ofiice nggak nyediain sampe ‘Heading 99’ deh, kayaknya. *Btw, paham, kan? Kalau nggak paham, yaaa kamu harus lebih giat lagi belajarnya ya, Nak.*
Kalau udah, langkah pamungkas adalah kamu sediakan 'lahan kosong' di dokumen kamu itu, terus kamu pergi ke tab Reference di toolbar atas, klikTable of Contents, pilih Automatic Table of Contents. Taraaa.... Wow, mejik!
![]() |
| Membuat Daftar Isi Otomatis (Langkah 5) |
![]() |
| Membuat Daftar Isi Otomatis (Rapikan) |
![]() |
| Membuat Daftar Isi Otomatis (Update Field) |
Senin, 13 Oktober 2014
Senin, 06 Oktober 2014
Cara mudah mengubah format video menggunakan Aplikasi total converter
langkah pertama
adalah buka aplikasi total converternya terlebih dahulu…
bila sudah masukkan file
video yang ingin di convert pada total converter dengan mengklik gambar new task
bila sudah maka akan muncul windows baru seperti
gambar yang telah dilingkari di bawah ini
Nah langkah selanjutnya adalah cari file yang akan di
convert lalu klik open.setelah
di klik lalu akan muncul windows baru seperti gambar di bawah ini.pada windows
itu anda tinggal memilih format video apa yang anda inginkan
Bila sudah di pilih formatnya maka anda tinggal klik bagian yang telah di
beri lingkaran warna merah di bawah ini (convert
now)
Untuk melihat dimana file yang telah terganti
formatnya,anda bisa melihatnya pada output
folder
Selamat mencoba :D
cara mudah edit video menggunakan aplikasi windows movie maker
Langkah pertama adalah
membuka aplikasi windows movie maker.bila sudah di buka maka anda bisa
memasukkan file fiie yang diperlukan untuk membuat video editan yang anda
inginkan sperti musik,gambar,animasi dll. dengan cara mengklik tulisan IMPORT MEDIA
Bila sudah memilih
file file yang di inginkan maka file file tersebut akan terpapar pada windows
movie maker seperti gambar di bawah ini.
langkah selanjutnya
adalah geser file yang telah di pilih ke
story board.
story board adalah tempat untuk menempatkan file file mana yang akan di edit secara
teratur,menambahkan efek pada saat file di mainkan,menambahkan efek pada saat
pergantian(transitions) dari file
satu ke file lainnya.
Catatatan : untuk file
musik tidak bisa di geser ke story board.
agar kalian lebih paham tentang cara mengedit video
mengunakan windows movie maker maka saya
akan menjelaskan fungsi dari menu edit
yang ada di sebelah kiri terlebih dahulu
·
Import media : berfungsi untuk memuat file yang akan di edit dari komputer atau
laptop anda.
·
Effect : seperti namanya maka fungsi nya adalah untuk memberi effek pada saat
file di mainkan
·
Transitions : berfungsi untuk memberi efek pada saat pergantian dari satu file ke
file lainnya saat di mainkan
·
Titlles and credit : berfungsi untuk memuat teks.
Owh iya untuk memasukkan file musik anda harus mengklik ikon yang ada di samping story board lalu pilih
time line
Nah bila semua file yang ingin di import telah masuk ke dalam story board dan time line anda bisa mnegedit sesuai yang anda inginkan.edittlah video semenarik mungkin dan jangan lupa bila sudah selesai mengeditnya jangan lupa di save yaaa :D
Minggu, 05 Oktober 2014
RANCANG BANGUN MESIN PEMILAH SAMPAH, SUB SISTEM CRUSHER DAN ELECTROSTATIC PLASTIC SEPARATOR
Pola budaya konsumerisme masyarakat Indonesia semakin
mewabah. Pola ini mengakibatkan begitu banyaknya sampah yang
timbul. Rata-rata sampah yang dihasilkan dari budaya ini di perkotaan
Indonesia adalah 2.5 dm3 /hari/jiwa, dan jika dikalikan jumlah
penduduk Indonesia akan menjadi 500,000 m3/hari Komposisi fisik
sampah Surabaya adalah 39% garbage, 26% plastik, 19% kertas, 2%
karet, 3% kaca, 2% metal, 4% tekstil dan 3.5% kayu. Komposisi kimia
sampah Surabaya adalah 58% kandungan air, 74% karbon, 2.8%
nitrogen, 0.2% fosfor dan 0.16% kalium (Prof. Dr. Ir. Wahyono Hadi,
M.Sc, 2002). Sampai dengan saat ini, penanganan pengelolaan sampah
belum menemukan solusi yang tepat.
Berbekal ilmu teknik yang didapat, muncul konsep pemilahan
sampah secara mekanis dan otomatis. Diluar negeri, metode pemilahan
sampah secara mekanis dan otomatis sudah ada, namun sampah di luar
negeri pada umumnya lebih homogen (sejenis), sehingga pemilahan
lebih mudah dilakukan, sedangkan di Indonesia, jenis sampahnya lebih
kompleks. Metode yang digunakan untuk memilah sampah terpadu ini
adalah dengan magnetic separator, crusher mechanism, rotary screen,
eddy current separation, serta electrostatic plastic separator.
Setelah dilakukan perhitungan dan perancangan, didapatkan
bahwa kapasitas pemilahan sebesar 5 ton perhari.. Harga alat
didapatkan sebesar Rp. 104.195.000,-, dan biaya operasional sebesar
Rp. 36.644.500,- per tahun.
Created by : JATMIKO, ARQOM CAHYO
Created by : JATMIKO, ARQOM CAHYO
PERANCANGAN ELEMEN MESIN DAN TRANSMISI PEMINDAH DAYA PADA TURBIN MIKROHIDRO JENIS TURBIN TUBULAR
Pemikiran untuk merancang turbin mikrohidro muncul ketika melihat di daerah pedesaan yang sebenarnya memiliki potensi tenaga air mikro belum mendapatkan supply aliran listrik dari Pembangkit Listrik Negara (PLN). Perancangan ini sifatnya sangat awal yaitu untuk merancang elemen mesin dan instalasinya dalam skala percobaan yang dapat dikembangkan secara terus-menerus menjadi suatu rancangan yang hasilnya handal untuk diaplikasikan di lapangan. Perancangan bagian-bagian turbin dan tranmisi daya meliputi analisa kekuatan sudu, perancangan poros, belt, pulley, bantalan, pasak, tranmisi daya dan kopling. Data awal perancangan ini adalah gaya lift yang dihasilkan oleh runner turbin serta dimensi dari runner turbin itu sendiri. Dari gaya lift tersebut telah digunakan untuk menentukan bahan/material dari runner serta untuk menghitung besarnya torsi yang dihasilkan oleh runner. Torsi dari runner inilah yang digunakan sebagai data inputan untuk perancangan komponen turbin yang lain. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan, pada kondisi kerja turbin tubular dengan head 1,5 meter, debit 0,95 m3/s diperoleh dimensi dan material dari komponen-komponen turbin serta jenis transmisi daya yang digunakan. Hasil perancangan ini merupakan perancangan tahap awal yang dapat dikembangkan menjadi suatu turbin mikrohidro yang siap untuk diaplikasikan di daerah pedesaan yang mempunyai potensi tenaga air mikrohidro.
Created by : PRASETIYO, KURNIAWAN
APLIKASI REKAYASA NILAI PADA MESIN FLOCKING MODIFIKASI UNTUK PENGEMBANGAN ALTERNATIF DESAIN PERBAKAN MESIN
Mesin flocking modifikasi yang merupakan hasil kreasi
dari pemilahan aktivitas proses pada velvet dengan cara menterjemahkan
aktivitas ke dalam bentuk serangkaian aktivitas yang sama. Mesin
flocking modifikasi yang diadaptasikan dalam bentuk aktivitas ini
mempunyai kemampuan adaptasi yang baik dalam aktivitas prosesnya, tetapi
masih harus ditingkatkan mengenai peformansi dan hasil paper cone yang
dibuat.
Alternatif desain perbaikan mesin yang dipilih untuk mesin flocking
modifikasi adalah alternatif modifikasi ke 11 yang dapat digunakan
sebagai rekomendasi untuk langkah pengembangan dalam alternatif desain
yang refresentatif dengan cara menambah 1 unit meja mesin mold cone,
menambah 1 poros as mold cone menjadi sepasang mold cone pada meja mesin
mold cone dan menganti slope pully yang sebelumnya tunggal menjadi
slope pully ganda. Adanya penambahan meja mesin mold cone sehingga untuk
fasilitas pada rel couple hanya ditambah 1 slope pully ganda untuk
mengcouple meja mesin mold cone yang ke-3.
Metode rekayasa nilai digunakan sebagai metode untuk memilih satu
alternatif modifikasi pada mesin flocking modifikasi dan menganalisanya
melalui tahapan lima rencana kerja yang meliputi (1) tahap informasi,
(2) tahap kreatif, (3) tahap analisa, (4) tahap pengembangan dan (5)
tahap presentasi.
Pada tahap analisa dipilih 7 alternatif modifikasi dari perbaikan mesin
ditambah 1 desain awal, dimana desain awal digunakan sebagai patokan
dalam penilaian performansi. Hasil penentuan nilai pada tahap
pengembangan diperoleh bahwa alternatif modifikasi ke 11 mempunyai nilai
1,20 dengan performansi 462,53 dengan memberikan keuntungan yaitu
getaran motor tidak langsung pada rel couple penghubung slope pully,
memudahkan dalam pengaturan rotasi putaran yang keluar dari motor,
bahaya sengatan aliran listrik yang diakibatkan listrik ground pada
motor dapat terisolasi, momen beban putaran pada slope pully lebih
stabil, slope pully pada poros as couple lebih stabil, efesiensi
penggunaan meja mesin mold cone menjadi lebih baik, waktu pelayanan
pengerjaan produk lebih cepat, tingkat produksi menjadi tinggi dan
konsentrasi operator lebih baik.
Created by : Herdiman, Lobes
Created by : Herdiman, Lobes
Langganan:
Postingan (Atom)


















