Pola budaya konsumerisme masyarakat Indonesia semakin
mewabah. Pola ini mengakibatkan begitu banyaknya sampah yang
timbul. Rata-rata sampah yang dihasilkan dari budaya ini di perkotaan
Indonesia adalah 2.5 dm3 /hari/jiwa, dan jika dikalikan jumlah
penduduk Indonesia akan menjadi 500,000 m3/hari Komposisi fisik
sampah Surabaya adalah 39% garbage, 26% plastik, 19% kertas, 2%
karet, 3% kaca, 2% metal, 4% tekstil dan 3.5% kayu. Komposisi kimia
sampah Surabaya adalah 58% kandungan air, 74% karbon, 2.8%
nitrogen, 0.2% fosfor dan 0.16% kalium (Prof. Dr. Ir. Wahyono Hadi,
M.Sc, 2002). Sampai dengan saat ini, penanganan pengelolaan sampah
belum menemukan solusi yang tepat.
Berbekal ilmu teknik yang didapat, muncul konsep pemilahan
sampah secara mekanis dan otomatis. Diluar negeri, metode pemilahan
sampah secara mekanis dan otomatis sudah ada, namun sampah di luar
negeri pada umumnya lebih homogen (sejenis), sehingga pemilahan
lebih mudah dilakukan, sedangkan di Indonesia, jenis sampahnya lebih
kompleks. Metode yang digunakan untuk memilah sampah terpadu ini
adalah dengan magnetic separator, crusher mechanism, rotary screen,
eddy current separation, serta electrostatic plastic separator.
Setelah dilakukan perhitungan dan perancangan, didapatkan
bahwa kapasitas pemilahan sebesar 5 ton perhari.. Harga alat
didapatkan sebesar Rp. 104.195.000,-, dan biaya operasional sebesar
Rp. 36.644.500,- per tahun.
Created by : JATMIKO, ARQOM CAHYO

Tidak ada komentar:
Posting Komentar