Sistem pakar adalah salah satu bidang dari intelegensia buatan yang
dirancang untuk membantu manusia dalam memecahkan suatu permasalahan
tertentu yang biasanya dikerjakan oleh seorang pakar.
Pada penelitian ini dikembangkan prototipe sistem pakar untuk diagnosa kerusakan mesin turboprop CT7-9C. Penelitian dilakukan di Universal Maintenance Center PT. IPTN. Mesin turboprop CT7-9C biasa digunakan sebagai tenaga pendorong pesawat jenis komuter seperti CN235-100. Diagnosa kerusakan mesin
turboprop CT7-9C terdiri dari dua jenis pengujian yaitu pengujian
fungsionil (fuctional test) dan pengujian kinerja (performance test).
Pengujian mesin ini bertujuan agar mesin dapat beroperasi sebagaimana mestinya dan dalam kondisi man, artinya mesin
dapat menghasilkan daya yang dikehendaki dengan suhu masukan turbin
daya (T45) yang diperbolehkan. Pengujian fungsionil terdiri dari 13
bagian kasus pengujian yang akan didiagnosa, sedang pengujian kinerja
memerlukan 11 data mesin yang selanjutnya
dipergunakan untuk mengetahui apakah terjadi kerusakan pada bagian
kompresor, bagian panas, dan bagian turbin daya. Diagnosa kerusakan akan
berakhir jika mesin sudah dalam kondisi
baik, yaitu jika T45 margin diatas 30 derajat C atau untuk pekerjaan
kecil (minor work scope) adalah antara 20 derajat C sampai dengan 30
derajat C .
Implementasi program menggunakan perangkat pengembangan sistem pakar
INSIGHT 2+. Sistem pakar yang dikembangan terdiri dari 357 kaidah
produksi dan 975 fakta. Pengujian kinerja dilakukan dengan menentukan
letak kesebelas data mesin terhadap 12 grafik acuan yang telah ditentukan oleh pakar. Posisi data mesin
terhadap grafik juga digunakan sebagai nilai keyakinan (confidence
factor) dari kesimpulan yang ditemukan. Untuk mengatasi keterbatasan
memori yang disediakan INSIGHT 2+, maka dalam pembuatan program, sistem
pakar ini dibagi menjadi dua bagian yaitu ujiutama.prl dan kinerja.prl
yang dengan sharedchain, kinerja.prl dapat digabung ke dalam
ujiutama.prl.
Penelitian ini bertujuan untuk membantu para teknisi dalam melakukan tugas perawatan mesin
turboprop CT7-9C di UMC PT. IPTN Bandung, terutama untuk efisiensi
kerja, keterbatasan pakar yang ada, dan mengurangi kemungkinan kesalahan
manusia (human error) dalam proses pendiagnosaan. Sistem pakar ini
dibuat terbuka sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penambahan keahlian
pars pakar. Untuk pengembangan lebih lanjut disarankan untuk menggabung
file program pada test cell ke dalam sistem pakar ini, sehingga pada
pengujian kinerja bersifat on-line dimana teknisi tidak perlu memasukkan
data secara manual.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar