Created by :
ALBANA, MUHAMMAD HASAN
Methanol (CH3OH) merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang bisa dijadikan sebagai pengganti bahan bakar fosil untuk spark ignition engine (SIE) dengan karakteristik angka oktan yang lebih tinggi dibandingkan bensin. Apabila ditambahkan ke dalam bensin maka methanol bisa menaikkan angka oktan dari campuran bahan bakar tersebut tergantung dari jumlah methanol yang ditambahkan dan angka oktan awal dari bensin. Penelitian ini membahas mengenai pengaruh penggunaan campuran methanol dan bensin (premium) sebagai bahan bakar terhadap unjuk kerja SIE dimana variasi komposisi methanol terhadap bensin (premium) dalam hal volume adalah 10% dan 15% (M10 dan M15) serta dengan variasi ignition timing standar, dimajukan 2o crank angle (CA) dan 4o CA dimana kelompok kontrol adalah bahan bakar fosil (premium) pada mesin dengan kondisi standar. Mesin SIE yang digunakan untuk pengujian adalah mesin 4 langkah, satu silinder, perbandingan kompresi 9:1, sistem karburasi bahan bakar dan metode pengujian variable speed test dari kecepatan mesin 1400 rpm hingga 9000 rpm. Campuran methanol-bensin (M10 dan M15) bisa langsung digunakan sebagai bahan bakar untuk SIE tanpa adanya modifikasi pada mesin tersebut dan memiliki keuntungan emisi hidrokarbon (HC) dan karbon monoksida (CO) bisa dikurangi sekitar 20%-27% dan 27%-58% dibandingkan ketika menggunakan bensin. Akan tetapi torsi, power dan tekanan efektif rata-rata (BMEP) juga berkurang sekitar 4%-6% dan konsumsi bahan bakar spesifik (SFC) meningkat sekitar 7%-13%. Dengan memajukan waktu pengapian sebesar 2o CA maka torsi, power, BMEP mengalami kenaikan sekitar 2%-3% dan konsumsi bahan bakar spesifik berkurang sekitar 2%-6% dibandingkan ketika berada pada waktu pengapian standar. Memajukan waktu pengapian sebesar 2o CA untuk penggunaan M10 dan M15 juga menghasilkan efisien thermal yang lebih tinggi dibandingkan bensin yaitu sekitar 2%-4% lebih tinggi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar